TAE
KWON DO
Taekwondo adalah olah raga beladiri populer dari Korea, di negeri asalnya sendiri menjadi olah raga
nasional. Taekwondo juga seni bela diri yang paling banyak dipertandingkan di
dunia.
Indonesia sendiri mulai berkembang pada tahun 1972, dengan dua aliran, yaitu:
ITF (International Taekwondo Federation) dan WTF (World Taekwondo Federation).
Berdasar kesepakatan dan melihat potensi perkembangan Taekwondo dalam skala
nasional maupun internasional, Kongres Taekwondo Nasional menyatukan kedua
organisasi ini menjadi organisasi dengan nama Taekwondo Indonesia, yang dalam
strukur organisasi disebut Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), yang
menginduk ke WTF yang memiliki markas sendiri-sendiri, Kukkiwon, Seoul, Korea
Selatan sebagai badan sertifikasi pelatih dan sabuk hitam, sedangkan WTF badan
yang mengurusi tentang organisasi Taekwondo di seluruh dunia.
Selain sebagai olahraga seni bela diri, Taekwondo juga berorientasi ke
prestasi, yang resmi dipertandingkan pada POPDA (Pekan Olah Raga Pelajar
daerah), POPNAS (Pekan Olah Raga Pelajar Nasional) dan Pekan Olahraga Nasional
(PON XI) 1985, selain itu juga dipertandingkan pada forum-forum antara lain:
Olympic Games, Asian Games, SEA Games, dsb.
JANJI TAEKWONDO INDONESIA
Kami Taekwondo Indonesia Berjanji :
1. Menjunjung tinggi nama bangsa dan negara republik Indonesia yang berlandaskan
Pancasila dan UUD 1945
2. Mentaati azas-azas Taekwondo Indonesia
3. Menghormati pengurus, pelatih, senior dan sesama Taekwondoin dalam
mengembangkan Taekwondo Indonesia
4. Selalu berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam menjaga nama baik Taekwondo
Indonesia
5. Menjadi pembela keadilan dan kebenaran
ARTI DAN MATERI TAEKWONDO
Taekwondo merupakan olah raga bela diri modern yang berakar pada bela diri
tradisional Korea.
Taekwondo terdiri atas tiga kata:
tae : kaki / menghancurkan dengan teknik tendangan
kwon : tangan / menghantam dan mempertahankan diri dengan tangan
do : seni / disiplin
Secara keseluruhan berarti seni bela diri yang menggunakan teknik kaki dan
tangan kosong.
Taekwondo tidak hanya menekankan aspek fisik, seperti keahlian bertarung, tapi
juga mengajarkan aspek didiplin mental. Dengan demikian, Taekwondo akan
membentuk sikap mental yang kuat dan etika bagi orang-orang yang mempelajarinya
dengan benar.
- Poomse atau rangkaian jurus adalah
rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang
dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu.
Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang
menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
- Kyukpa atau teknik pemecahan benda
keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk
mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya
dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik
tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari
tangan.
- Kyoruki atau pertarungan adalah latihan
yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang
yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.
Taekwondo
Basic
Gerakan
dasar Tae Kwon Do (Ki Bon Do Jak) terbentuk dari kombinasi berbagai teknik
gerakan menyerang dan bertahan. Dasar-dasar Tae Kwon Do terdiri atas 5
komponen, yaitu:
1.
Keupso (bagian tubuh yang menjadi sasaran), terdiri atas :
- Eolgol
(bagian atas/kepala/muka)
- Momtong
(bagian tengah/badan)
- Arae
(bagian bawah tubuh)
2.
Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan, terdiri atas :
- Jumeok
(kepalan), yaitu Deung-Jumeok (punggung kepalan), Me-Jumeok (kepalan
palu), Pyon-Jumeok, Bam-Jumeok, Jipke-Jumeok.
- Son
(tangan), yaitu Sonnal (pisau tangan), Sonnal-Deung, Batang-Son (telapak
tangan), Pyon-Jumeok, Pyonson-Keut dengan variasi Pyonson-Keut Sewo
Chireugi, Pyonson-Keut Upeo Chireugi, Jechin-Pyonson-Keut, Gawison Keut,
Ageum Son.
- Palmok
(lengan), yaitu An Palmok (lengan bagian dalam), Bakkat Palmok (lengan
bagian luar) , Deung Palmok, Mit Palmok.
- Palgup
(siku).
- Dari
(kaki bagian atas) yaitu Mureup / lutut dan Jeonggang Wi / tulang kering,
dan
- Bal
(kaki bagian bawah), yaitu Ap chuk (ujung depan telapak kaki), Dwitchuk
(telapak kaki bagian belakang), Dwikumchi (tumit), Baldeung (punggung
kaki), Balnal Deung, Balbadak (telapak kaki bagian dalam), Balkkeut,
Balnal (pedang telapak kaki).
3.
Seogi (sikap kuda-kuda), yang terdiri dari 3 sikap kuda-kuda pokok yaitu :
a.
Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka), terdiri atas
- Pyeonhi
Seogi (sikap kuda-kuda rileks)
- Charyeot
Seogi (sikap kuda-kuda bersiap)
- Naranhi
Seogi (sikap kuda-kuda sejajar).
- Juchum
Seogi (sikap kuda-kuda duduk).
- Ap
Seogi (sikap kuda-kuda jalan pendek).
- Ap Kubi
Seogi (sikap kuda-kuda jalan panjang).
- Dwit
Kubi Seogi (sikap kuda-kuda kuda-kuda L).
b.
Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup), terdiri atas Moa Seogi dan Koa Seogi
(sikap kuda-kuda kaki menyilang).
c. Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus), terdiri
atas Kibon Junbi Seogi (sikap kuda- kuda siap), Bojumeok
Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap dengan menutup kepalan).
4.
Makki (tangkisan), berbagai macam tangkisan diantaranya yaitu:
- Arae
Makki (tangkisan ke bawah)
- Eolgol
Makki (tangkisan ke atas)
- Momtong
An Makki (tangkisan ke tengah dari luar ke dalam)
- Momtong
Bakkat Makki (tangkisan ke tengah dari dalam ke luar)
- Sonnal
Momtong Makki (tangkisan ke tengah dengan pisau tangan)
- Batang
Son Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan
telapak tangan)
- Kawi
Makki (tangkisan menggunting)
- Sonnal
Bitureo Makki (tangkisan melintir dengan satu pisau tangan)
- Hecho
Makki (tangkisan ganda ke luar)
- Eotgoreo
Arae Makki (tangkisan silang ke arah bawah)
- Wesanteul
Makki (tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar
5. Kongkyok Kisul (teknik serangan), terdiri atas:
a.
Jereugi (pukulan), yaitu :
- Momtong
Jireugi (pukulan lurus ke depan, sasaran tengah / ulu hati).
- Yeop
Jireugi (pukulan lurus ke samping).
- Dangkyo
Teok Jireugi (pukulan ke rahang sambil menarik).
- Du
Jumeok Jecho Jireugi (pukulan ganda mengait ke atas).
- Chi
Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
- oreon
jireugi= pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang(ap
chagi)
b.
Chigi (sabetan), yaitu :
- Han
Sonnal Mok Chigi (sabetan tunggal dengan pisau tangan)
- Jebipoom
Mok Chigi (sabetan dari lura ke dalam dibarengi tangkisan pisau tangan ke
arah atas)
- Me
Jumeok Naeryo Chigi (sabetan dari atas ke bawah dengan bantalan kepalan
bagian ruas kelingking)
- Dung
Jumeok Eolgul Ap Chigi (sabetan depan menggunakan bonggol atas kepalan
dengan sasaran atas)
- Palkup
Dollyo Chigi (sabetan memutar dengan siku tangan)
- Palkup
Pyojeok Chigi (sabetan siku tangan dengan sabetan sasaran/target
terpegang)
- Mureup Chigi
(sabetan yang menggunakan lutut)
- Deung
Jumeok Bakkat Chigi (sabetan dari dalam ke luar dengan menggunakan bonggol
atas kepalan).
c. Chireugi (tusukan), yaitu :
- Pyeonson
Keut Sewo Chireugi (tutuksan dengan telapak tangan tegak)
- Kawison
Keut Chireugi (tusukan dengan 2 jari ke arah mata)
d. Chagi (tendangan), yaitu :
- Ap
Chagi (tendangan depan)
- Dollyo
Chagi (tendangan serong/memutar kesamping)
- Yeop
Chagi (tendangan samping)
- Dwi
Chagi (tendangan belakang)
- Naeryo
Chagi (tendangan menurun/mencangkul)
- Twio Yeop
Chagi (tendangan Yoep Chagi dengan melompat)
- Dwi
Huryeo Chagi (tendangan balik dengan mengkait)
- Doobal
Dangsang Chagi (tendangan ganda ke depan sambil melompat)
- Twio Ap
Chagi
- Twio
Dwi Chagi, lompat ditempat berbalik kebelakang, menyodok kearah perut
Terminologi
Tae Kwon Do
- Sabeum
= Instruktur
- Sabeum
Nim = Instruktur Kepala
- Seonbae
= Senior
- Hubae =
Junior
- Tae
Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
- Muknyeom
= Meditasi
- Dobok =
Seragam Tae Kwon Do
- Ti =
Sabuk Latihan
- Oen =
Kiri
- Oreon =
Kanan
- Joonbi
= Siap
- Sijak =
Mulai (Tanpa Komando(biasa dilakukan di poomse))
- Kalryeo
= Stop
- Keysok
= Lanjutkan
- Keuman
= Selesai
- A Nee =
Tidak
- Yee =
Ya
- Eolgol
= Sasaran atas
- Moumtong
= Sasaran tengah
- Arae =
Sasaran bawah
- Kyungrye
= hormat
- chariot=
mempersiapkan diri
- nici=
sekian
- belci
ki manisi= tempat istirahat
- menicip=
pengawas taekwondo
- dobeon=
dua kali
- sambeon=
tiga kali
- iljang=
satu
- ijang=
dua
- samjang=
tiga
- sahjang=
empat
- ohjang=
lima
- yukjang=
enam
- chiljang=
tujuh
- paljang=
delapan